Accessories & Ancillaries
AQ Matic Valve Sistem Filtrasi Indonesia
AQ Matic valve untuk sistem filtrasi, softener, deionisasi, dan brine draw. Siapkan diagram siklus, debit, tekanan, kontrol, material, dan posisi aman.
Jawaban singkat: AQ Matic dipakai pada sistem filtrasi yang membutuhkan urutan valve untuk service, backwash, rinse, regenerasi, standby, atau chemical draw. Pemilihan valve, stager, controller, dan ejector harus mengikuti fungsi proses, jumlah tahap, debit service/backwash, tekanan, wetted material, serta sistem kontrol yang tersedia.
PT Watermart Perkasa memasok komponen AQ Matic dan AquaMatic di Indonesia untuk instalasi komersial, industri, dan municipal. Halaman ini membantu pembeli membedakan keluarga produk sebelum meminta penawaran; model akhir tetap harus dicocokkan dengan diagram proses, data hidraulik, fluida, dan kebutuhan otomatisasi.
Diperbarui 10 Agustus 2026: peran AQ Matic pada sistem filtrasi, deionisasi untuk air aquades, retrofit, batas pemakaian rumah, dan data pemilihan diperjelas.
Peran AQ Matic dalam sistem filtrasi
AQ Matic relevan pada sistem filtrasi ketika satu atau beberapa tangki filter harus berpindah tahap secara otomatis dan berulang. Untuk filter media, filter karbon, softener, atau deionizer, urutan valve harus dibuktikan dari diagram proses agar jalur service, backwash, drain, regenerant, dan rinse tidak salah terbuka.
| Bagian sistem filtrasi | Peran AQ Matic yang perlu diperiksa | Data yang wajib dikirim |
|---|---|---|
| Filter media otomatis | Mengurutkan service, backwash, rinse, dan return to service | Ukuran tangki, media, debit service/backwash, drain, dan target outlet |
| Softener atau deionizer | Mengatur regenerasi, brine/chemical draw, slow rinse, dan fast rinse | Volume resin, regenerant, hardness atau konduktivitas, dan durasi siklus |
| Multi-vessel duty/standby | Menjaga interlock antar-unit dan posisi aman saat gangguan | Jumlah valve, P&ID, sinyal kontrol, pilot pressure, dan posisi aman saat gagal |
| Chemical induction | Menarik larutan dengan fluid ejector bila tekanan mendukung | Motive pressure, backpressure, draw rate, konsentrasi, dan material kontak fluida |
AQ Matic untuk deionisasi dan produksi air aquades
AQ Matic relevan pada sistem air aquades ketika deionizer atau mixed bed harus menjalankan service, backwash, chemical draw, slow rinse, fast rinse, dan kembali ke service secara berulang. Produk ini tidak menentukan mutu air aquades dengan sendirinya; kualitas tetap dibuktikan dari spesifikasi titik pakai, konduktivitas, silika, sanitasi, sampling, dan verifikasi laboratorium.
| Bagian produksi aquades atau demin | Peran AQ Matic yang diperiksa | Data yang harus disiapkan |
|---|---|---|
| RO sebelum deionizer | Mengatur valve pretreatment atau flushing bila termasuk dalam urutan proyek | Debit feed/permeate/reject, tekanan, interlock, dan target permeate |
| Mixed bed atau demineralizer | Mengurutkan service, regenerasi kimia, slow rinse, fast rinse, dan standby | Volume resin, target konduktivitas, regenerant, durasi tiap tahap, dan posisi valve |
| Chemical draw | Memakai ejector bila tekanan motive dan backpressure cocok dengan kurva | HCl, NaOH, atau brine, konsentrasi, suction lift, draw rate, dan material |
| Penerimaan kualitas | Menyediakan urutan operasi yang dapat diulang, bukan bukti mutu akhir | Catatan commissioning, sampling outlet, dan batas lepas/tolak produk |
Gunakan panduan produksi air aquades untuk menentukan spesifikasi kualitas terlebih dahulu. Untuk komponen sistem, cocokkan AQ Matic dengan resin DIONIX, aplikasi mixed bed, demineralizer, dan membran RO sebelum meminta penawaran.
Checklist retrofit AQ Matic untuk filtration system
Jawaban langsung: retrofit AQ Matic pada filtration system harus dimulai dari diagram siklus dan catatan masalah, bukan dari nama valve lama saja. Tentukan apakah targetnya mengganti valve rusak, mengotomatisasi backwash, mengurangi salah operasi, atau menambah interlock antar-tangki.
| Tujuan retrofit | Data yang harus disiapkan | Komponen yang dibandingkan |
|---|---|---|
| Mengganti valve lama | Nameplate, port, material, tekanan, fluida, mode aktuasi, dan posisi aman | AQ Matic diaphragm valve atau keluarga valve lain pada control valve |
| Mengotomatisasi filter media | Urutan service-backwash-rinse, debit tiap tahap, drain, dan durasi | Valve, stager, controller, serta aplikasi filtrasi media |
| Regenerasi softener atau DI | Volume resin, regenerant, brine draw, slow rinse, fast rinse, dan target outlet | Stager, fluid ejector, controller, DIONIX resin, dan softener |
| Menambah duty/standby | Jumlah vessel, interlock, alarm, sinyal PLC, dan kondisi gagal daya | Stager/controller dengan posisi fail-safe yang terdokumentasi |
Pilih keluarga AQ Matic berdasarkan fungsi sistem
AQ Matic bukan satu jenis valve. Lini ini mencakup komponen yang menjalankan fungsi berbeda: valve proses membuka atau menutup aliran, stager mengurutkan posisi, controller menentukan kapan urutan berjalan, sedangkan ejector membentuk suction untuk menarik brine atau regenerant.
| Kebutuhan proses | Keluarga produk yang dievaluasi | Data utama untuk pemilihan |
|---|---|---|
| Membuka dan menutup jalur service, backwash, rinse, atau regenerasi | AQ Matic automatic diaphragm valve | Ukuran pipa, debit, tekanan, jenis fluida, material wetted part, dan posisi aman saat kontrol gagal |
| Mengurutkan beberapa valve pada filter, softener, atau deionizer | AquaMatic stager seri 48, 51, atau 58 | Jumlah posisi dan valve, diagram urutan, durasi tiap tahap, metode aktuasi, dan kondisi panel |
| Menjalankan regenerasi berdasarkan waktu atau pemakaian air | Controller 962 atau NXT sesuai konfigurasi | Sinyal flow meter, jumlah tahap, mode start, relay/interlock, catu daya, dan kebutuhan komunikasi |
| Menarik brine, asam, basa, atau larutan regeneran | Fluid ejector seri 540, 541, 542, 544, atau 546 | Tekanan inlet dan discharge, suction lift, specific gravity, konsentrasi, suhu, ukuran pipa, serta draw rate |
Untuk membandingkan AQ Matic dengan opsi lain, buka kategori control valve untuk filter dan softener. Sistem yang sedang dirancang juga harus dicocokkan dengan urutan pada aplikasi softening, filtrasi media, atau mixed bed deionization.
Apakah filter air rumah memerlukan AQ Matic?
Tidak semua filter air rumah memerlukan AQ Matic. Filter cartridge, UF, atau RO pada satu titik pakai biasanya memakai housing dan kontrol unitnya sendiri. AQ Matic lebih relevan ketika filter media, softener, atau rangkaian beberapa tangki harus menjalankan service, backwash, rinse, regenerasi, atau standby melalui beberapa jalur valve secara berulang.
| Konfigurasi yang dinilai | Peran AQ Matic | Data keputusan |
|---|---|---|
| Filter cartridge, UF, atau RO bawah sink pada satu keran | Biasanya bukan komponen kontrol utama | Hasil uji air, target kontaminan, debit keran, tekanan, ruang servis, sanitasi, dan jadwal consumable |
| Satu tangki filter media atau softener otomatis | Bandingkan multiport valve terintegrasi dengan rangkaian AQ Matic | Debit service/backwash, ukuran tangki, urutan siklus, drain, brine draw, serta kebutuhan kontrol |
| Sistem sumur bor atau whole-building dengan beberapa tangki dan jalur | AQ Matic dapat dipertimbangkan untuk mengurutkan valve dan interlock | Diagram proses, jumlah valve, debit tiap tahap, tekanan pilot, posisi aman, dan unit duty/standby |
Gunakan panduan memilih filter air rumah untuk menentukan masalah air, titik pengolahan, dan debit puncak terlebih dahulu. Jika desain membutuhkan backwash atau regenerasi otomatis, kirim diagram proses serta data hidraulik melalui formulir kontak Watermart agar keluarga valve, stager, controller, atau ejector dapat diperiksa tanpa menganggap semua rumah memerlukan konfigurasi yang sama.
Kapan fluid ejector dipilih dibanding dosing pump?
Pilih fluid ejector ketika aliran penggerak dan beda tekanan yang tersedia dapat menghasilkan daya isap sesuai kurva; pilih dosing pump ketika pemasukan bahan kimia memerlukan penakaran, rentang pengaturan, atau sinyal kontrol tertentu. Keduanya memindahkan larutan dengan prinsip berbeda, sehingga ukuran sambungan atau laju isap nominal saja tidak membuktikan kesetaraan.
| Dasar keputusan | AQ Matic fluid ejector | Dosing pump |
|---|---|---|
| Energi penggerak | Memakai aliran penggerak dan perbedaan tekanan untuk membentuk vakum | Memakai penggerak pompa serta catu daya atau aktuasi yang sesuai model |
| Basis kapasitas | Kurva aliran penggerak, tekanan masuk, tekanan balik, nozel, leher ejektor, tinggi isap, dan berat jenis | Titik atur debit, tekanan injeksi, rentang pengaturan, kendali panjang langkah atau kecepatan, serta siklus kerja |
| Pengendalian proses | Cocok bila urutan katup menyediakan kondisi tekanan yang dapat diulang dan laju isap dapat diverifikasi | Evaluasi bila dosis perlu mengikuti sinyal manual, pulsa, analog, atau kontrol lain yang didukung model |
| Fluida dan material | Cocokkan PVC, perapat, selang, konsentrasi, suhu, serta prosedur pembilasan | Cocokkan kepala pompa, diafragma, perapat, katup, selang, konsentrasi, suhu, dan risiko kantong gas atau kristalisasi |
| Bukti uji penerimaan | Ukur tekanan penggerak, tekanan balik, volume larutan yang tertarik, waktu penarikan, dan pengunci pengaman | Kalibrasi keluaran pada tekanan aktual, uji alarm dan pengunci pengaman, periksa kebocoran, serta catat konsumsi bahan kimia |
Gunakan halaman dosing pump untuk penakaran bahan kimia ketika kebutuhan utamanya adalah pemompaan dosis terkontrol. Untuk larutan garam atau regeneran pada filter, pelembut air, dan deionizer, cocokkan kurva ejektor dengan diagram AQ Matic lalu kirim tekanan, laju isap, larutan, material, jumlah, serta ruang lingkup melalui formulir kontak Watermart.
AQ Matic untuk rangkaian sumur bor dan water softener
Pada sistem air sumur bor, AQ Matic relevan ketika filter media atau softener harus berpindah dari service ke backwash, bilas, dan regenerasi secara berurutan. Sebelum memilih valve atau controller, siapkan debit service dan backwash, tekanan aktual, jumlah tangki, urutan proses, serta kualitas air baku; lihat juga panduan sistem air sumur bor untuk konteks rangkaian setelah pompa.
Untuk water softener, data pentingnya adalah volume resin, kesadahan, debit puncak, ukuran tangki, dan kebutuhan brine draw atau refill. Controller dan valve harus mengikuti siklus yang dirancang, bukan dipilih hanya dari ukuran sambungan; gunakan panduan peralatan water softener sebagai daftar data awal sebelum meminta penawaran.
Bagaimana brine tank terhubung dengan AQ Matic?
Brine tank menyimpan larutan garam, sedangkan AQ Matic mengatur kapan larutan itu ditarik, dialirkan melewati resin, dibilas, dan dihentikan. Kinerja softener tidak ditentukan oleh tangki garam saja; stager, valve, ejector, resin, flow control, dan program regenerasi harus cocok dengan volume resin serta kesadahan air.
| Bagian sistem | Fungsi dalam regenerasi | Bukti yang perlu dicatat |
|---|---|---|
| Brine tank | Menyediakan larutan regeneran dan ruang salt storage | Level garam, volume air refill, konsentrasi brine, dan kebersihan tangki |
| Fluid ejector | Menarik brine pada tekanan dan laju isap tertentu | Tekanan motive, backpressure, draw rate, waktu draw, dan check valve |
| Stager dan controller | Mengurutkan backwash, brine draw, slow rinse, fast rinse, dan service | Durasi tahap, posisi valve, interlock, dan respons saat daya/pilot pressure hilang |
| Resin dan tangki softener | Menukar ion kesadahan dan menerima regenerasi | Volume resin, kesadahan inlet, kapasitas siklus, backwash, dan hasil uji outlet |
Artikel peran brine tank dalam menghasilkan air bersih dan lembut membantu operator memahami fungsi tangki garam. Untuk pemilihan komponen, cocokkan juga resin penukar ion, tangki FRP, dan aplikasi softening sebelum meminta penawaran AQ Matic.
Data apa yang menghubungkan brine tank dengan penawaran AQ Matic?
Penawaran AQ Matic untuk sistem brine harus dimulai dari diagram siklus dan bukti hidraulik. Foto tangki garam atau valve saja belum cukup untuk memilih stager, controller, automatic valve, atau fluid ejector karena setiap tahap regenerasi membutuhkan posisi valve, tekanan, dan waktu yang berbeda.
| Data brine dan softener | Mengapa dibutuhkan untuk AQ Matic |
|---|---|
| Volume resin, kesadahan, dan dosis regeneran | Menentukan berapa lama brine draw, slow rinse, dan fast rinse harus berlangsung |
| Refill volume dan konsentrasi brine | Memastikan tangki garam memasok larutan cukup tanpa overflow |
| Tekanan motive, backpressure, dan suction lift | Menentukan apakah fluid ejector dapat menarik brine sesuai kurva |
| Jumlah valve dan posisi tiap tahap | Menentukan stager, controller, tubing pilot, dan posisi aman saat gangguan |
| Catatan commissioning | Membuktikan draw rate, level tangki, tekanan, drain, dan hardness outlet setelah regenerasi |
Gunakan data ini bersama halaman AquaMatic stager control bila kebutuhan utamanya adalah pengurutan beberapa valve. Untuk masalah dosis garam atau interval refill, mulai dari panduan garam dan regenerasi water softener sebelum memilih komponen kontrol.
Bagaimana AQ Matic menjalankan regenerasi ion exchange?
AQ Matic mengotomatisasi posisi valve dan penarikan regeneran; produk ini tidak menentukan jenis resin, dosis regeneran, atau durasi siklus dengan sendirinya. Urutan harus berasal dari jenis resin, analisis air, volume bed, valve diagram, debit, tekanan, dan target air hasil. Baca jenis ion exchange resin dan aplikasinya sebelum menetapkan program.
| Tahap regenerasi | Fungsi yang harus dibuktikan saat commissioning |
|---|---|
| Service | Valve membuka jalur produksi yang benar; unit standby, bypass, dan interlock berada pada posisi desain |
| Backwash | Arah serta debit sesuai kebutuhan bed dan kapasitas drain tanpa membawa resin keluar |
| Brine atau chemical draw | Ejector menarik regeneran pada tekanan, konsentrasi, dan draw rate yang ditetapkan |
| Slow rinse | Aliran mempertahankan kontak dan displacement sesuai prosedur resin tanpa jalur pintas |
| Fast rinse | Air bilas mencapai kriteria penerimaan yang ditetapkan sebelum unit kembali beroperasi |
| Return to service | Controller dan stager menutup jalur regeneran, mengembalikan posisi valve, serta merekam alarm atau kegagalan |
Cocokkan program dengan hub resin penukar ion dan manual model yang dipakai. Uji setiap posisi valve secara manual saat commissioning, verifikasi interlock terhadap level regeneran, tekanan pilot, drain, dan unit lain, lalu simpan catatan durasi, volume regeneran, air bilas, dan hasil sampling per siklus.
Controller 962 mengatur siklus berbasis waktu atau aliran
AQ Matic 962 Series adalah electronic stager controller untuk menjalankan urutan regenerasi softener dan filter. Data produk yang tersedia mencantumkan hingga 15 tahap yang dapat diprogram, durasi 0–255 menit per tahap, input flow meter, mode regenerasi manual atau remote, serta keluaran relay untuk integrasi perangkat lain.
| Parameter 962 Series | Data produk |
|---|---|
| Catu daya | 230/115 VAC (±10%), 50/60 Hz |
| Daya terukur maksimum | 4 W |
| Enclosure | NEMA 4XFG fiberglass |
| Urutan | Hingga 15 tahap; 0–255 menit per tahap |
| Input dan output | Input flow meter, relay, dan suplai 12 VDC untuk turbine meter |
| Retensi saat listrik padam | Baterai cadangan opsional hingga 8 jam |
Controller tetap memerlukan program siklus yang benar. Sebelum commissioning, dokumentasikan posisi valve pada service, backwash, brine draw atau chemical draw, slow rinse, fast rinse, dan return to service; kemudian uji interlock serta respons ketika sinyal flow atau daya hilang.
Dokumen teknis: manual AQ Matic 962 Series dan spec sheet 962 Series.
Stager 48, 51, dan 58 mengurutkan pilot valve
AquaMatic stager adalah rotary multiport pilot valve yang mengirim sinyal secara berurutan ke diaphragm valve. Seri 48 dan 51 menggunakan konstruksi brass pada data produk yang tersedia, sedangkan seri 58 menggunakan PVC dan menyediakan lebih banyak port untuk sistem multibed atau deionizer yang lebih kompleks.
| Seri | Port pada konfigurasi yang tercantum | Material | Penggunaan umum |
|---|---|---|---|
| 48 | 6 | Brass | Softener atau filter dengan urutan lebih ringkas |
| 51 | 8 | Brass | Softener atau filter dengan lebih banyak posisi |
| 58 | 16 | PVC | Multibed atau deionizer dengan urutan kompleks |
Jumlah port saja tidak cukup untuk memilih stager. Piping and instrumentation diagram harus menunjukkan valve mana yang terbuka pada setiap tahap, jalur mana yang tidak boleh terbuka bersamaan, dan cara sistem kembali ke posisi aman setelah gangguan.
AquaMatic Stagers Overview memuat gambaran produk, sedangkan Master Chart Stagers membantu mencocokkan konfigurasi.
Fluid ejector dipilih dari tekanan dan kebutuhan suction
AQ Matic/AquaMatic fluid ejector memakai aliran motive untuk menghasilkan vakum dan menarik larutan. Badan PVC tersedia dalam sambungan NPT atau socket dari ½ hingga 2 inci. Data produk mencantumkan rentang tekanan operasi 20–125 psi (1,37–8,6 bar) dan suhu hingga 140°F (60°C), tetapi draw rate aktual bergantung pada tekanan inlet, backpressure, nozzle, throat, specific gravity, dan kondisi suction line.
| Seri | Ukuran nominal | Opsi sambungan |
|---|---|---|
| 540 | ½ inci | NPT atau 540S socket |
| 541 | ¾ inci | NPT atau 541S socket |
| 542 | 1 inci | NPT atau 542S socket |
| 544 | 1½ inci | NPT atau 544S socket |
| 546 | 2 inci | NPT atau 546S socket |
Jangan memilih ejector hanya dari diameter pipa. Gunakan kurva performa untuk memeriksa motive flow dan draw factor pada tekanan nyata, lalu verifikasi kompatibilitas PVC, seal, dan tubing terhadap NaCl brine, HCl, NaOH, H₂SO₄, atau larutan lain yang digunakan. Sediakan isolasi, check valve, dan prosedur flushing sesuai desain keselamatan sistem.
Rujukan sizing: AQ Matic Fluid Ejectors datasheet dan AquaMatic Fluid Ejectors Overview.
Data yang perlu disiapkan untuk penawaran AQ Matic
Data lengkap mempercepat pemilihan model dan mencegah valve atau ejector menjadi hambatan hidraulik. Siapkan:
- Aplikasi: filter, softener, deionizer, mixed bed, chemical induction, atau transfer fluida.
- Diagram alir serta urutan service, backwash, rinse, regenerasi, dan standby.
- Debit minimum, normal, puncak, dan backwash; tekanan inlet, outlet, dan drain.
- Ukuran serta material pipa, jenis sambungan, suhu, dan ruang pemasangan.
- Nama, konsentrasi, specific gravity, dan temperatur setiap fluida yang menyentuh komponen.
- Catu daya, sinyal flow meter, PLC/relay, interlock, jumlah valve, dan posisi aman saat daya atau pilot pressure hilang.
- Foto nameplate dan part number bila kebutuhan berupa penggantian atau spare part.
Kirim data tersebut melalui halaman kontak PT Watermart Perkasa agar tim dapat memeriksa keluarga produk, konfigurasi, dan dokumen yang sesuai.
Pertanyaan umum tentang AQ Matic
Apakah setiap filter air rumah membutuhkan AQ Matic?
Tidak. Sistem point-of-use sederhana biasanya memakai housing dan kontrol unitnya sendiri. AQ Matic dipertimbangkan ketika filter media, softener, atau rangkaian beberapa tangki memerlukan urutan service, backwash, rinse, regenerasi, interlock, atau pergantian duty dan standby.
Apa perbedaan automatic valve, stager, dan controller?
Automatic valve mengatur aliran proses. Stager mendistribusikan sinyal pilot dalam urutan mekanis, sedangkan controller menentukan waktu atau pemicu urutan. Satu sistem dapat memakai ketiganya bersama-sama.
Apakah fluid ejector sama dengan dosing pump?
Tidak. Ejector menggunakan energi aliran dan perbedaan tekanan untuk membentuk daya isap; dosing pump untuk penakaran bahan kimia memakai mekanisme pompa untuk memindahkan bahan kimia. Pilihan bergantung pada profil tekanan, kebutuhan penakaran, rentang pengaturan, pengunci pengaman, serta sifat bahan kimia.
Data minimum apa yang dibutuhkan untuk memilih ejector?
Siapkan jenis dan konsentrasi larutan, berat jenis, laju isap, tekanan masuk, tekanan balik, tinggi isap, ukuran pipa, suhu, serta material yang diizinkan. Tanpa data ini, ukuran sambungan saja tidak cukup.
Di mana melihat seluruh keluarga produk?
Katalog AQ Matic valves and controls memuat keluarga valve, stager, controller, ejector, dan fluid-handling product. Cocokkan nomor model pada katalog dengan datasheet serta diagram aplikasi sebelum memesan.
Apakah AQ Matic membuat air aquades siap pakai?
Tidak. AQ Matic membantu mengotomatisasi urutan valve pada RO, deionizer, atau mixed bed, tetapi mutu air aquades harus dibuktikan dengan spesifikasi pengguna akhir, komisioning, sanitasi, sampling representatif, dan uji laboratorium bila diperlukan.