Cara Hotel di Luar Negeri Mengurangi Botol Plastik Sekali Pakai

Studi kasus Six Senses, Soneva, Accor, Hyatt, dan Hong Kong tentang filtered water, botol guna ulang, refill station, regulasi, dan pengalaman tamu.

  • Hotel Berkelanjutan
  • Botol Plastik
  • Air Minum Hotel
  • Refill Station
  • Hospitality

Jawaban singkat: hotel di luar negeri tidak bergerak menuju satu pengganti botol plastik yang seragam. Mereka memakai kombinasi filtered water di lokasi, botol kaca guna ulang, keran air minum dalam kamar, refill station di area publik, wadah yang diberikan kepada tamu, program supplier, dan—di Hong Kong—aturan yang menghentikan pemberian gratis air botol plastik di kamar. Kesamaan terpentingnya adalah perubahan sistem operasional, bukan sekadar pergantian kemasan.

Lima Contoh yang Sudah Berjalan

ContohTindakan yang dilaporkanPelajaran operasional
Six SensesMemproduksi dan membotolkan air sendiri dalam botol kaca guna ulangTreatment, bottling, pencucian, dan pengalaman tamu dikelola sebagai satu sistem
SonevaMenyediakan filtered water dalam botol kaca guna ulang dan meminta tamu tidak membawa plastikSustainability menjadi bagian dari positioning resort, bukan pesan di tempat sampah saja
AccorMenghilangkan atau mengganti daftar produk plastik sekali pakai, termasuk botol air di banyak hotelProcurement, brand standard, pilot, dan pelaporan diperlukan untuk skala jaringan
HyattMenambah water station; salah satu properti memasang filtered-water spout di kamarModel refill dapat ditempatkan di ruang publik atau langsung di titik konsumsi
Hong KongSejak 22 April 2024, hotel tidak boleh memberikan gratis air botol plastik tertentu di kamarKebijakan dapat mempercepat perubahan, tetapi hotel tetap perlu alternatif yang nyaman dan higienis

Six Senses: Membuat Air Refill sebagai Bagian dari Pengalaman

Six Senses menyatakan sistem bottling air minum di properti dengan botol kaca guna ulang telah menghindari lebih dari 1,5 juta botol plastik setiap tahun di portofolionya.1 Di Six Senses Zighy Bay, air dari kawasan Gulf of Oman diolah dan disajikan sebagai still atau sparkling. Di Zil Pasyon, Seychelles, tamu bahkan dapat mengunjungi fasilitas reverse osmosis dan water refinery sebagai aktivitas resort.2

Ini merupakan anekdot penting untuk hotel kelas atas: mengurangi botol plastik tidak harus terasa seperti pengurangan layanan. Treatment room, botol, rasa, presentasi, dan cerita kepada tamu dapat menjadi bagian dari hospitality experience.

Klaim “tanpa jejak karbon” atau hasil taste test yang ditampilkan sebuah hotel tetap merupakan klaim properti tersebut. Hotel lain sebaiknya menghitung listrik, washing, replacement, dan distribusinya sendiri.

Soneva: Botol Guna Ulang Menjadi Identitas Resort

Soneva meminta tamu Soneva Jani tidak membawa botol plastik karena resort menyediakan filtered water dalam botol kaca guna ulang.3 Pendekatan ini menarik karena komunikasi dimulai sebelum tamu tiba. Tamu mengetahui apa yang akan tersedia dan mengapa sistemnya berbeda.

Pelajarannya bukan bahwa semua hotel harus meminta tamu meninggalkan plastik di rumah. Pelajarannya adalah mengelola ekspektasi: jelaskan lokasi refill, apakah botol boleh dibawa pulang, bagaimana botol dibersihkan, dan siapa yang dihubungi bila tamu membutuhkan sealed water karena alasan khusus.

Accor: Perubahan melalui Procurement dan Brand Standard

Laporan Accor 2023 menyebut 79% hotelnya telah menghilangkan produk plastik sekali pakai dari guest experience dalam cakupan yang ditentukan, termasuk botol air, dengan beberapa pengecualian. Laporan itu juga memberi ilustrasi bahwa hotel 100 kamar dengan okupansi 70% dapat menghindari lebih dari 29.000 botol per tahun—berdasarkan asumsi Accor, bukan angka universal.4

Pada akhir 2025, Accor melaporkan 75% hotel telah menghilangkan setidaknya 90% item plastik sekali pakai yang diidentifikasi.5 Perjalanan beberapa tahun ini menunjukkan bahwa target membutuhkan daftar item, pengecualian berdasarkan regulasi dan ketersediaan, procurement alternatif, pilot, audit, serta pelaporan.

Dalam contoh tiga hotel Accor di São Bernardo do Campo, Brasil, penghentian botol plastik di F&B dilaporkan menghindari 38.000 botol per tahun. Tim kemudian merencanakan filtered-water machine dan botol guna ulang untuk tamu.6

Hyatt: Refill Station dan Keran di Kamar

Hyatt mengumumkan penambahan water station pada area penting hotel untuk tamu yang membawa botol guna ulang. Park Hyatt Istanbul—Maçka Palas disebut memasang filtered-water spout di seluruh kamar.7

Contoh ini memperlihatkan dua pola yang sangat berbeda:

  • central refill station: lebih sedikit perangkat treatment, tetapi tamu harus berjalan dan hotel perlu menjaga area bersama;
  • in-room point-of-use: pengalaman lebih dekat dengan botol complimentary, tetapi jumlah unit, sanitasi, cartridge, akses service, dan leak protection bertambah.

Hong Kong: Regulasi Mengubah Default Hotel

Regulasi Hong Kong mulai berlaku 22 April 2024. Untuk hotel dan guesthouse, penyediaan gratis beberapa toiletries plastik sekali pakai serta air botol plastik di area akomodasi dibatasi; produk masih dapat disediakan dengan charge sesuai aturan.8

Ini sering disederhanakan sebagai “Hong Kong melarang air botol”. Formulasi itu tidak akurat. Aturan mengubah default complimentary in-room plastic-bottled water, bukan melarang seluruh penjualan atau penggunaan air kemasan.

Dokumen pemerintah sebelum implementasi sudah mencatat hotel beralih ke air botol kaca atau reusable container yang diisi pada titik tertentu.9 Artinya, regulasi mengikuti dan mempercepat praktik yang sudah mulai muncul di pasar.

Ini Bukan Gerakan Beberapa Resort Saja

Global Tourism Plastics Initiative yang dipimpin UNEP dan UN Tourism mengajak pelaku wisata menghapus item plastik yang tidak perlu, bergerak ke model reuse, dan melaporkan kemajuan. Accor, Club Med, dan Iberostar termasuk signatory awal bersama organisasi dari berbagai benua.10

Namun, “luar negeri sudah meninggalkan botol plastik” masih terlalu luas. Ada perbedaan besar menurut regulasi, kualitas air kota, tipe hotel, brand standard, dan kemampuan operasional. Kalimat yang lebih tepat: sejumlah jaringan, resort, kota, dan regulator telah mengubah botol plastik dari default menjadi salah satu opsi yang harus dibenarkan.

Pelajaran untuk Hotel dan Apartemen di Indonesia

  1. Mulai dari data pembelian dan okupansi, bukan kampanye visual.
  2. Uji air sumber serta titik terjauh sebelum memilih carbon, UF, RO, atau kombinasi.
  3. Tentukan model layanan: bottling room, refill per lantai, dispenser, pantry, atau RO per kamar/unit.
  4. Rancang sanitasi wadah, cap/seal, pencucian, drying, storage, dan traceability.
  5. Siapkan opsi untuk bayi, kondisi medis, keadaan darurat, event, dan tamu yang meminta sealed water.
  6. Tampilkan hasil uji dan jadwal maintenance secara wajar; jangan menjanjikan “zero microplastic” tanpa metode serta hasil uji.
  7. Jalankan pilot pada satu lantai atau tipe kamar sebelum rollout.

Watermart merangkum pilihan teknis di halaman air minum hotel dan apartemen dan roadmap implementasi. Pilihan titik pakai mencakup Pentair EU-25 UF dan Everpure serta Pentair ES60-S RO under-sink.

Kesimpulan

Contoh luar negeri menunjukkan bahwa tamu dapat menerima bahkan menghargai model refill ketika air mudah diakses, rasanya konsisten, wadahnya bersih, dan komunikasi jelas. Keberhasilannya tidak berasal dari melepas botol plastik pada hari pertama, tetapi dari treatment, hygiene, procurement, training, maintenance, serta service recovery yang bekerja bersama.

Referensi

Footnotes

  1. Six Senses, Plastic Freedom.

  2. Six Senses Zil Pasyon, Water Bottling Plant.

  3. Soneva Jani, Your Journey to Soneva Jani.

  4. Accor, 2023 Universal Registration Document.

  5. Accor, Ensuring Future-Proof Operations.

  6. Accor, Plastic Sustainable Alternatives, Water Management and Teamwork in Brazil.

  7. Hyatt, Hyatt Announces Global Initiatives to Reduce Single-Use Plastics.

  8. Hong Kong Government, LCQ1: Regulating disposable plastic tableware and other plastic products.

  9. Hong Kong Legislative Council, discussion paper on disposable plastic products, 2022.

  10. United Nations Environment Programme, Global tourism sector should continue fight against plastic pollution, 2020.

WhatsApp